Infoakademika – Saat ini gaya bangunan yang menggunakan aristektur khas Indonesia sudah semakin jarang. Padahal gaya bangunan khas Indonesia merupakan gaya bangunan yang ramah lingkungan. Hal ini disampaikan Donni Desyandono selaku pembicara dalam seminar nasional bertajuk “Jatidiri Arsitektur Ramah Lingkungan” di salah satu institusi pendidikan tinggi negeri di Semarang yaitu Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Menurut Donni, banyak bangunan di Indonesia yang tidak proporsional karena para arsitek lebih mementingkan sisi seni sebuah bangunan. “Seharusnya arsitek mempertimbangkan konsep bangunan ramah lingkungan,” ujar arsitek dari Green Building Council Indonesia itu.

Selengkapnya di http://www.infoakademika.com/pelestarian-arsitektur-indonesia/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s